Begini Kronologi 6 Lelaki Bawa Parang dan Balok Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RSUD Andi Makkasau Parepare

Jenazah
Int.

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Seorang pasien asal Sidrap terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau (AM), Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Pasien tersebut dirujuk dari salah satu rumah sakit swasta di Parepare.

Hal tersebut diungkapkan Kabag Humas RSUD Andi Makkasau Parepare, Hj Mukarramah yang dibenarkan Dewan Pengawas RSUD Andi Makkasau, H Minhajuddin Ahmad, Ahad (20/12/2020).

Menurut Minhajuddin, Pasien dirujuk ke RS. Andi Makassau Sekira pukul 5 Subuh, tidak lama pasien kejang-kejang, kemudian dilakukan swab dan hasilnya dinyatakan positif Covid-19. Usai dinyatakan positif, tak berapa lama sang pasien meninggal dunia.

“Keluarga pasien yang awalnya tiga orang sepakat agar jenazah dipulangkan ke Sidrap dengan sepengetahuan tim Covid-19 Sidrap dan Parepare,” kata Minhajuddin kepada PIJARNEWS.

Kemudian, keluarga korban meminta hasil tes swab dan hasil tes laboratorium lainnya. Akhirnya pihak rumah sakit bersiap untuk mengurus hasil tes tersebut untuk diberikan kepada keluarganya.

Namun, kata Minhajuddin, hal yang tidak diduga terjadi. “Tiba-tiba, enam orang laki-laki datang dengan parang dan balok kayu digenggaman. Mereka mengancam siapa saja yang menghalangi untuk membawa jenazah pulang ke Sidrap dengan mobil pribadi (Mobil jenis Yaris, red). Petugas juga telah berupaya dan juga tidak siap menghadapi ancaman seperti itu, akhirnya jenazah berhasil dibawa kabur,” ujar Mantan Anggota DPRD Parepare ini.

Minhajuddin mengatakan, pihak rumah sakit sudah berupaya menjelaskan dan keluarga jenazah sudah sepakat. Bahkan sudah bertanda tangan terkait jenazah akan dimakamkan sesuai prosedur penanganan Covid-19.

“Mereka semua sudah bertanda tangan. Keluarganya yang awalnya tiga orang itu sudah sepakat. Tiba-tiba datang enam orang membawa parang dan balok-balok,” ungkap Minhajuddin.

Saat dibawa lanjutnya, Jenazah belum dalam prosedur Covid-19. Juga belum dibungkus karena jenazah belum sempat dipindahkan ke kamar jenazah.

“Hal tersebut tentu sangat meresahkan. Sebab dikhawatirkan terjadi penyebaran virus Covid-19,” tandas Minhajuddin seraya berharap agar warga tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) 3M yakni mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.  (*)

Reporter : Sunarti Mansyur

Editor : Alfiansyah Anwar

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News