MAKASSAR, PIJARNEWS.COM—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar, melalui Program Studi Pendidikan Seni Rupa, menggelar Art the Seen Exhibition, Senin (30/6/2025).
Pameran karya seni rupa mahasiswa tingkat akhir ini sebagai bentuk aktualisasi capaian pembelajaran dalam bidang penciptaan artistik dan riset berbasis nilai-nilaikeislaman dan kemanusiaan.
Pameran ini menampilkan karya-karya pilihan dari tigamahasiswa: Gugun Gunawan, Alamsyah, dan Nur RahmiyantiFirman (Nako), yang masing-masing mengeksplorasi tema besar tentang identitas budayalokal, nilai-nilai spiritual dalam Islam, serta narasi psikologis personal. Art The Seen tidak hanya merupakan ruang apresiasi publik, tetapi juga laboratorium pembuktian bahwa seni rupa adalah metode berpikir, cara bertindak, dan sarana membangun relasi etis antara individu, masyarakat, dan peradaban.
Revitalisasi Kearifan Lokal: Ada’ Tuho sebagai Riset Visual
Gugun Gunawan melalui pendekatan surealis memengangkat Ada’ Tuho — system nilai masyarakat adat Ulumanda, Majene — kedalam medium lukisan. Karyanya menjadi narasi visual tentang ekofeminisme, keadilan sosial, dan nilai hak asasi manusia dalam tradisi lokal. Dalam karya“Dari Pintu Kamar”, misalnya, ia menyuarakan relasi harmonis antara manusia dan alam melalui ritual mappadiloko, dimana padi dihormati layaknya manusia.
Sebagai bentuk seni berbasis riset (research-based art), lukisan-lukisan Gugun seperti“Lantai Kemanusiaan” dan “Karamnya Identitas” merepresentasikan kegelisahan generasi muda atas modernisasi yang kerap menggerus tatanan adat dan identitas. Proses kreatif Gugun menunjukkan kontribusi seni terhadap pemajuan kebudayaan, sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Visualisasi Alquran sebagai Sumber Nilai dan Imajinasi Artistik
Alamsyah atau AL sapaan akrabnya menghadirkan pendekatan tafsir tematik melalui representasi visual terhadap kisah-kisah hewan dalam Alquran, seperti semut, lebah, sapi, hingga burung hud-hud. Dengan menggunakan teknik cat akrilik di atas kayu, ia memperlihatkan bahwa pesan-pesan moral seperti kesabaran, kebermanfaatan, dan solidaritas dapat diaktualkan secara kreatif dalam ruang estetik.
Karya “Kebermanfaatan (Lebah)” dan “Kecerdasan (Hud-hud)” menegaskan bahwa seni adalah perpanjangan dariwahyu, tempat di mana keindahan dan ketuhanan bertemu. Alamsyah membuktikan bahwa seni rupa Islami bukan semata ornamen, tetapi kontemplasi atas nilai-nilai luhur yang bersumber dari Alquran.
Seni sebagai Refleksi Psikososial: Narasi Personal Nur Rahmiyanti Firman
Sementaraitu, Nur Rahmiyanti Firman (Nako) menawarkan pendekatan introspektif dalam tema“The Struggle to Purpose”. Melalui ilustrasi digital dan teknikmixed media, ia mengekspresikan pengalaman subjektif terkait relasi keluarga, pencarian jati diri, dan perjuanganakademik. Karya “Mother’s Blessing” dan “Purpose” bukan hanya ekspresi estetika, tetapi sekaligus menjadi terapi simbolik yang membuka ruang healing dan motivasi.
Nako menempatkan seni sebagai wahana pendidikan karakter dan keberanian untuk menyuarakan perasaan terdalam dengan cara yang elegan, artistik, dan komunikatif. Karya-karyanya menjadi representasi bahwa seni bukan hanya tentang keindahan, melainkan juga tentang keberanian dan kebermaknaan hidup.
Pendidikan Seni Berbasis Islam, Kreativitas, dan Entrepreneurial
Ketiga perupa tersebut adalah cerminan dari visi Prodi Pendidikan Seni Rupa FKIP Unismuh Makassar yang menekankan pentingnya integrasi antara akhlak Islami, kreativitas, serta semangat kemandirian. Sebagaimana disampaikan Ketua Program Studi, kegiatan pameraniniadalahbagiandari “Green Islamic Futuristic (GIFt)” — gagasan besar universitas untuk mencetak pendidik seni yang adaptif, progresif, dan transformatif.
Selain mempresentasikan hasil praktik akademik, pameran ini juga menjadi medium pengabdian kepada masyarakat melalui seni sebagai komunikasi lintas budaya dan zaman. Iamembangunjembatan antara keilmuan, kearifan lokal, dan kemanusiaan universal.
Karya-karya lengkap tersebut telah dipamerkan di ruang pamerJeger Barber dan Cofee Shop Skarda N Makassar sejaktanggal 28- 30 Juni 2025, serta disaksikan melalui kanal digital Prodi Pendidikan Seni Rupa dan media social resmi kampus. (*)
Citizen Report:Thahirtalas
Pemerhati Seni dan Budaya Unismuh Makassar















