Apel Daring IAIN Parepare Edukasi Tenaga Kependidikan Kuasai Data dan IT

Apel Daring Tenaga Kependidikan IAIN Parepare

PAREPARE,  PIJARNEWS. COM–Pengelolaan data sangat penting sebagai bahan informasi dalam menyusun kebijakan sebuah organisasi. Pengelolaan data dan pengetahuan teknologi ini pun penting bagi tenaga kependidikan di perguruan tinggi. Oleh karena itu,  apel pagi di IAIN Parepare kali ini berbeda. Apel pagi adalah bentuk kegiatan yang ditetapkan oleh Kepala Biro Administrasi, Umum, Keuangan, dan Akademik (AUAK) IAIN Parepare,  Musyarrafah Amin,  bagi tenaga kependidikan (tendik). Tujuan dari kegiatan ini, selain menjadi ajang silaturahmi juga berfungsi sebagai wadah edukasi dan berbagi informasi.

“Banyak informasi dan wawasan baru yang diperoleh melalui apel pagi ini. Khususnya bagi saya selaku pembina ASN, kegiatan meeting ini menjadi instrumen komunikasi, koordinasi sekaligus pengawasan,” kata Musyarrafah Amin dibeberapa kesempatan.

Pada apel via google meeting Selasa, (9/6/2020) Kepala Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) Sufyaldi. M memimpin langsung apel daring didampingi Kasubbag AUK FUAD. Junaini sebagai pengarah. Melalui apel daring yang diikuti sebanyak 40 orang tendik, Sufyaldi berbagi pengalaman urgensi pengelolaan data dan mengedukasi pentingnya teknologi informasi bagi tendik.

Peserta Apel Pagi secara daring. “Di Kemenag misalnya, Sekretaris Ditjen Pendis Kemenag, Imam Syafe’i membuat pusat informasi satu layar atau yang dikenal ‘comman room’ untuk memantau kondisi dan perkembangan PTKIN se- Indonesia secara realtime. Pemantauan informasi tersebut sebagai supporting system bagi pengambilan kebijakan pada tingkat pimpinan di Ditjen Pendis Kemenag RI,” kata Kepala TIPD ini.

Sufyaldi menyebutkan jika dirinya selaku Kepala TIPD IAIN Parepare telah diminta dari Sekretaris Ditjen Kemenag untuk terlibat dalam upaya percepatan integrasi data PTKIN se- Indonesia dan itu hanya melibatkan 10 PTKIN.

“Alhamdulillah, TIPD IAIN Parepare salah satu dari 10 PTKIN yang diminta bergabung dalam tim IT tersebut. Program tersebut  menunjukkan bahwa supporting data itu sangat penting dan menjadi kebutuhan dasar bagi pimpinan,” kata Sufyaldi.

Menukil hasil riset dan prediksi Gartner di 2025, “Era teknologi harus kita hadapi, ini adalah konsekuensi dari disrupsi digital dan masa pandemik Covid saat ini. Satu pilihan yang tepat, kita harus akrab dengan kultur dan platform digital jika tidak ingin terus mendapat masalah,” ungkapnya.

Diakhir pengarahannya pemilik sertifikasi Internasional bidang jaringan dan mikro tik academy trainer ini menitip quote penting.
“Ada 7 komponen yang sangat menentukan  kesuksesan tata kelola IT di organisasi pada level apapun. Menurut standar Tatakelola IT, dua diantaranya terkait SDM yakni, pertama culture, ethic and behavior. Kedua adalah people , skill dan kompetensi,” katanya.

Mengapresiasi pengarahan  yang disampaikan oleh Kepala TIPD,  Musyarrafah Amin memotivasi  segenap tenaga kependidikan untuk memulai upaya atau pergerakan dalam mendesain pengelolaan sistem informasi data dengan meningkatkan skill dan mengembangkan teknologi. Menyikapi masa pandemi, khususnya memasuki masa new normal,  maka  sebagai ASN perlu melakukan rekonstruksi pelayanan, baik pelayanan  administrasi maupun pelayanan akademik.

Berangkat dengan pengolahan data yang baik dan akurat disertai dengan pengembangan teknologi di harapkan dapat memberikan  kebijakan maupun  keputusan yang baik, melahirkan perencanaan yang matang, terukur dan akuntabel. Selain itu pula dapat menjadi bahan evaluasi bagi level pimpinan.

Kabiro AUAK juga menegaskan perfomance sebuah lembaga dapat dilihat dari “Potret Data”  bagaimana lembaga itu menyajikan data dengan cepat, tepat (update), akurat. Kementerian Agama RI telah menyediakan system layanan data yang disebut e-SMS (System Manajemen Strategi Elektronik).

“Alhamdulillah, tahun ini IAIN Parepare berada pada peringkat ke- 4 dari seluruh PTKIN di Indonesia,” paparnya.

Kepala Biro ini memberikan motivasi kepada setiap ASN agar senantiasa mengembangkan kemampuan diri dengan mengubah mindset (pola pikir) dan cultureset (budaya / cara kerja). Khususnya kemampuan mengelola data. “Data ibarat navigasi atau ibarat peta. Tanpa data kita akan kehilangan arah. Maka siapa pun  yang mengusai data dan informasi, maka dia akan menguasai dunia,” demikian ungkapan kata bijak Hj. Musyarrafah Amin mengakhiri arahannya pada meeting pagi itu.

Apel daring yang cukup menyita fokus kali ini pada sesi akhir mendapat tanggapan dari Kabag TU Fakultas Tarbiyah Syarifuddin, MM. ”kevalidan data ini  menunjang dan mempengaruhi besarnya anggaran, terbatansnya akses ke sisfo bisa menghambat semua sistem dan akurasi layanan. Jadi dibutuhkan data center atau pangkalan data yang terintegrasi. (*)

Sumber: iainpare.ac.id
Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News