Anak Buruh Bangunan Buktikan Masuk Polisi Tidak Nyogok

buruh bangunan
Kepala SPN Batua merangkul ayah Bripda Asrul, Syamsuar yang terharu usai anknya dilantik di SPN Batua (Foto: Markasa/ Pijar).

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM — Anak buruh bangunan Makassar, Bripda Asrul (20) membuktikan bahwa untuk menjadi polisi abdi negara tidak mesti menyogok.

Asrul yang baru dilantik dan diambil sumpahnya pada Pelantikan Brigadir Remaja 2018, angkatan 42 di SPN Batua membagikan perjuangannya hingga dapat lulus menjadi Polisi.

Anak dari pasangan Syamsuar (46) dan Rusnah (45) pernah gagal beberapa kali saat mendaftar. Asrul pernah gagal masuk polisi karena gagal pada tes kesehatan. Selain itu juga pernah gagal masuk tentara lantaran postur tubuhnya tidak masuk standar. Hingga Tamtama pun pernah gagal. Akan tetapi anak pertama dari dua bersaudara tersebut tidak menyerah.

Keinginannya mencapai cita-citanya sejak kecil ia kejar dengan kerja keras dan usaha sendiri. Bahkan dengan niat memperbaiki nasib kedua orangtuanya ia pun bertekad kuat hingga menabung untuk persiapan masuk. Bermodalkan tabungan hasil membantu ayahnya bekerja sebagai buruh ia kumpulkan untuk membiayai dirinya mengurus keperluan mendaftar.

Hasilnya kini Asrul termasuk dalam 600 Brigadir Remaja yang dilantik pagi tadi, Selasa (6/3/2018).

“Saya tidak menyangka bisa lulus sampai sekarang. Tidak ada bayar-bayar atau uang pelicin. Saya buktinya,” jelasnya sambil mengusap matanya yang meneteskan air mata di depan orangtuanya.

Asrul, Brigadir Remaja 2018, angkatan 42 di SPN Batua, yang merupakan anak dari seorang buruh bangunan yang lulus Polisi.

Ayah Asrul, Syamsuar pun sangat merasa bangga. Ia tidak dapat menahan air mata bahagianya saat melihat anaknya menggunakan seragam polisi lengkap datang menciup kedua kakinya. ia pun mengucap syukur atas takdir yang tuhan berikan kepada keluarganya. Keluarga yang datang melihat Asrul pun tidak dapat menyembunyikan air mata bahagianya.

Syamsuar juga menegaskan, tidak pernah mengeluarkan uang sepeserpun untuk meloloskan anaknya masuk polisi. Menurutnya, penghasilannya sebagai buruh bangunan yang bekerja tidak tetap hanya mampu membiayai makan sehari-hari keluarganya.

“Anak saya buktinya nak, tidak ada sedikit pun saya bayar. Saaya hanya buruh harian,” kata warga BTN Batara Ogi, Daya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar ini. (mks/abd)

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News