Akademisi Hukum Rusdianto Sebut OTT Kepala Daerah Tinggal Tunggu Antrean, Begini Analisanya

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Advokat Muda yang juga Akademisi Hukum IAIN Parepare, Rusdianto mengaku tidak terlalu kaget dengan peristiwa yang menimpa Prof Nurdin Abdullah yang terjaring operasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.

Menurut hematnya, situasi ini sering kali terjadi lantaran efek samping dari biaya politik yang sangat tinggi di Indonesia. Rusdianto mengatakan, kasus-kasus semacam ini masih mungkin akan kembali terjadi. Apalagi peranan para cukong politik sangat berpengaruh dalam memberikan investasi politik kepada masing-masing calon kepala daerah dengan harapan investasi tersebut dapat dikembalikan dalam bentuk proyek ataupun pengadaan barang dan jasa.

“Kita sangat prihatin, banyak korupsi kepala daerah akibat biaya politik yang tinggi. Ini bakal terus terjadi,” kata Rusdianto, Ahad (7/3/2021).

Karena biaya politik yang tinggi, lanjut Rusdianto, tak jarang mereka yang mau ikut berkontestasi politik harus meminta pinjaman uang atau menggandeng pengusaha tertentu.

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News