• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 18 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Merawat Kerukunan Lewat Permainan Gasing

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
20 Mei 2021
di Opini

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Gasing merupakan salah satu permainan tradisional yang masih diminati hingga saat ini, meski permainan ini hampir mengalami kepunahan akibat berkembangnya teknologi saat ini.

Mayoritas teori mengatakan, awalnya permainan ini muncul dari masyarakat pesisir pantai melayu yang menggunakan buah berembang. Ada pula yang berpandangan permainan ini berawal dari anak-anak yang memainkan menggunakan telur yang diputar, lalu muncul lah sebuah ide untuk dikembangkan menggunakan bahan kayu yang kuat berupa kayu sampi, sampi tanru, sampi pute, dan aju cempa supaya tidak mudah reppa atau tappolodua (pecah atau terbelah dua).

Dalam segi penggunaanya sangatlah mudah jika dilihatnya, akan tetapi membutuhkan abilitas yang baik, tepat sasaran jika diletakkan di atas kayu dan harus memiliki keseimbangan berputar. Di sisi lain, melakukan pelemparan hingga mengenainya dan mendapatkan point. Akan tetapi, belum ada data lengkap terkait kejelasan sejarah atau asal usul mengenai permainan Gasing.

Hanya sedikit masyarakat di beberapa wilayah yang masih memiliki aktualisir dalam memainkan permainan tradisional ini. Contohnya, masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan.

Salah satunya, di Kabupaten Sidrap, Kecamatan Pitu Riase, Desa Barukku, Dusun 02 Salo Palakka. Tiap tahun, Gasing masih masih dijadikan permainan musiman. Baik anak-anak, remaja bahkan orang tua pun ikut serta dalam memainkan permainan ini.

Berita Terkait

Membungkam Kritik dengan Air Keras

PBI BPJS Tukang Es Dicabut, Dimana Keberpihakan Negara?

Pesan Warek III IAIN Parepare ke Pengurus DEMA Baru: Jangan Cuma Seremoni, Fokus Kualitas!

Satu-satunya Ahli Fikih Munakahat, Prof Rahmawati Ukir Sejarah Jadi Guru Besar IAIN Parepare

Kegiatan ini jika diperhatikan dengan teliti, sarat akan keharmonisan, keakraban dan kerja sama tim. Tidak pandang usia, antara anak-anak, remaja, orang tua. Pemain tetap akur, saling tersenyum, sesekali ada canda tawa dalam memainkan permainan ini.

Seharusnya, permainan inilah yang membutuhkan apresiasi dan apresiatif dijadikan simbol dari kekompakan, solidaritas bahkan silaturahmi dan menjaga kerukunan masyarakat melalui sebuah permainan tradisional.

Jika di tinjau menurut Hadits Nabi Muhammad SAW, diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari al-Mukminin fi al-Hadits Muhammad bin ismail al-Bukhari
“Silaturahmi bukanlah yang saling membalas kebaikan, tetapi seseorang yang berusaha menjalin hubunganya dengan baik, meski lingkungan terdekat merusak hubungan persaudaraan dengan dirinya.”

Artinya, jika dibandingkan dengan permainan yang sekarang berbasis android (online) memang pada mulanya menimbulkan kekompakkan yang baik, tetapi ada keganjilan yang mesti diperbaharui supaya tidak mengalami lag, afk atau eror, yakni memperbaiki kosa kata yang santun, sopan dan tidak menimbulkan kegaduhan dan kebencian.

Karena arti dari sebuah silaturahmi itu, memiliki hubungan yang baik. Sebaik-baiknya permainan itu yang saling menghargai, baik dari segi adab terhadap yang lebih tua dan menjaga mulut supaya tidak mengeluarkan argumen-argumen yang tidak menyakiti perasaaan orang.

Kebudayaan seperti inilah yang mutlak harus dibangun dan dijaga setiap generasi, Melalui permainan toriolo (dulu) yang mensimbolkan kedamaian, ketentaraman serta keakraban.

Penulis : Kiswan Yuhandira (Mahasiswa IAIN Parepare)

Editor: Misbah Sabaruddin

Terkait: GasingIAIN ParepareKerukunanPermainan Tradisional

TerkaitBerita

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Maret 2026

...

Legitimasi Agama dan Bahaya Provokasi Umat Islam

Editor: Muhammad Tohir
8 Maret 2026

...

Ramadan 1447H

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Editor: Muhammad Tohir
17 Maret 2026

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

BeritaTerkini

Dugaan Pungli-Sajam di Pasar Pekkabata Pinrang, Pengelola Buka Suara

Dugaan Pungli-Sajam di Pasar Pekkabata Pinrang, Pengelola Buka Suara

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Editor: Muhammad Tohir
17 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan