• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 7 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Kesehatan

Satu Tahun Program Makan Bergizi Gratis: Antara Cita-cita Mulia dan “Bom Waktu” Penyakit

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
10 Januari 2026
di Kesehatan, Nasional

Foto: Dosen Departemen Gizi FK-KMK UGM, Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih

YOGYAKARTA, PIJARNEWS.COM – Satu tahun sudah program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan di Indonesia. Meski membawa misi mulia mencegah stunting demi Indonesia Emas 2045, program unggulan ini masih dibayangi berbagai anomali, mulai dari isu keracunan massal hingga risiko kesehatan jangka panjang.
Dosen Departemen Gizi FK-KMK UGM, Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, menekankan bahwa program school lunch adalah kewajiban negara terhadap warga negaranya. Namun, ia memberikan catatan kritis terkait implementasi di lapangan.

“Terlepas dari agenda politik, program ini wajib bagi negara. Namun, penanganannya tidak bisa main-main karena anak sekolah dan ibu hamil adalah kelompok risiko tinggi,” ujar Mirza dalam keterangannya, dikutip Pijarnews.com pada ugm.ac.id, Sabtu (10/1/2026).

Soroti Risiko Keracunan dan Solusi Dapur Sekolah

Berita Terkait

Dukung Program MBG, Sekda Jufri Rahman: Sulsel Ajukan Lahan Melebihi Permintaan Pemerintah Pusat

Makan Bergizi Gratis: Pemprov Sulsel Siap Maksimalkan Aset Daerah

6.198 Siswa Terima MBG, Bupati Pinrang Tinjau Pelaksanaan di Dua Kecamatan

Danny Pomanto Tinjau Langsung Kick Off Program Makan Bergizi Gratis

Menanggapi rentetan kasus keracunan massal, Mirza menilai perlunya pengawasan ketat pada setiap proses penyiapan makanan. Ia mengusulkan agar sekolah diberikan tanggung jawab mandiri dalam penyediaan makan siang.

“Jika sekolah yang mengelola, pengawasan jadi lebih efektif karena cakupannya kecil. Penggunaan bahan pangan lokal juga bisa dipastikan, sehingga risiko kesalahan distribusi dan keamanan pangan terminimalisir,” jelasnya.

Waspada “Bom Waktu” Penyakit

Kronis Salah satu poin krusial yang disoroti adalah penggunaan Ultra Processed Food (UPF) dalam menu MBG. Menurut Mirza, pemberian produk olahan yang tinggi gula, garam, dan natrium kepada anak-anak bertentangan dengan kampanye Kementerian Kesehatan.

“Dampaknya mungkin tidak terlihat sekarang, tapi 10–15 tahun ke depan bisa menjadi bom waktu penyakit kronis bagi generasi mendatang,” tegas Mirza.

Ia juga mengkritik penyeragaman menu yang mengabaikan kultur daerah. Mirza berpendapat pangan lokal harus diberi ruang lebih besar. “Papua tidak bisa disamakan dengan Jawa. Kalau semua diseragamkan dengan UPF, itu tidak pas dengan konteks lokal,” tambahnya.

Sebagai langkah evaluasi, Dr. Mirza menekankan tiga strategi utama agar program ini tidak justru menjadi beban kesehatan di masa depan.

Pertama adalah penegakan ketat keamanan pangan dengan memberikan sanksi atau efek jera bagi pihak pengelola (SPPG) yang melanggar prosedur demi menjaga amanah besar wajah presiden.

Kedua, diperlukannya pendampingan ilmiah dari perguruan tinggi untuk memantau status kesehatan, kebugaran, dan pertumbuhan anak secara berkala.

Terakhir, kebijakan pemerintah harus fleksibel dan terbuka terhadap kajian ilmiah agar jika ditemukan bukti perlunya perbaikan, langkah responsif dapat segera diambil demi menjaga target Indonesia Emas.

“Jangan sampai pada 2045, generasi yang kita harapkan justru menjadi beban kesehatan bagi negara,” pungkasnya. (*)

Penulis: Faizal Lupphy

Terkait: Makan Bergizi Gratis

TerkaitBerita

Kesehatan Menurun, Try Sutrisno Tutup Usia

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

...

Wali Kota Parepare Tegaskan Faskes Dilarang Tolak Pasien JKN Nonaktif Sementara

Editor: Muhammad Tohir
18 Februari 2026

...

Andi Mappakaya Resmi Pimpin APDESI Merah Putih Sulsel, Uhadi Tekankan Soliditas

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Februari 2026

...

Presiden Prabowo Umumkan RI Swasembada Pangan, Ulang Kejayaan Era 1984

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
8 Januari 2026

...

BeritaTerkini

Lelaki Berbadik di Pinrang Nyaris Bentrok, Aksi Heroik Danpos Watang Sawitto Tuai Pujian

Lelaki Berbadik di Pinrang Nyaris Bentrok, Aksi Heroik Danpos Watang Sawitto Tuai Pujian

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 Maret 2026

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan